Minggu, 02 Desember 2018

Metode Sunat Part 1 Metode Manual

           Musim liburan bulan desember  sudah dekat, para orang tua yang memiliki anak laki laki sudah mulai mencari informasi tentang metode sunat yang aman nyaman untuk buah hatinya, idealnya sunat yang tidak pakai suntik tidak sakit, langsung bisa beraktivitas,dan tentunya aman bagi si buah hati. Dengan majunya teknologi menciptakan berbagai macam metode sunat, namun dengan banyaknya pilihan malah menyebabkan orang tua bingung metode apa yang akan dipilih untuk menyunatkan buah hatinya, karena banyak informasi di luar tentang sunat yang belum tentu benar. Postingan kali ini meriew macam macam metode sunat sebagai referensi para orang tua. Prinsipnya semua metode ada kekurangan dan kelebihannya.Semua metode sunat tetap melalui proses pembiusan.
          Metode yang pertama adalah metode manual atau konvensional. Metode ini adalah metode lama atau kuno yang sampai sekarang masih banyak praktisi sunat yang melakukan metode ini. Sebelum bisa melakukan sunat metode lain seorang dokter sunat harus lihai dengan metode ini terlebih dahulu.Kelebihan metode ini adalah bagus dan bisa dilakukan untuk semua burung karena metode yang lain belum tentu bagus untuk jenis burung tertentu.Misalkan sunat sistem klamp untuk anak gemuk tidak bagus, namun bisa bagus jika dikerjakan dengan metode manual. Kenapa seorang praktisi sunat harus bisa metode ini? karena jika ada kegagalan proses sunat metode lain, salah satu jalannya adalah sunat manual ini. Sunat manual juga digunakan untuk revisi jika sunat sebelumnya tidak terlalu bagus misalkan kurang potong. Kelemahan metode sunat manual adalah :
  1. Proses lebih lama karena ada proses penjahitan
  2. Darah yang keluar lebih banyak dibanding metode sunat yang lain.
  3. Kaerena darahnya banyak perlu diperban, proses pelepasan perban yang lebih sakit dibanding sunatnya
  4. Tampak sisa sisa darah dan serum yang terkesan seram. 
  5. Resiko terjadi pendarahan lebih tinggi dibanding metode lain
  6. Tidak boleh kena air
  7. Jalan mekeh mekeh
    Sedangkan kelebihan sunat konvensional adalah
  1. Proses penyambungan kulit lebih kuat dibanding metode smart klamp, laser, ataupun lem
  2. Presisi pemotongan kulit langsung bisa dievaluasi, sehingga jika pemotongan kurang bisa dilakukan pemotongan lagi sampai hasil yang memuaskan, hal ini tidak bisa dilakukan di metode smart klam ataupun stappler.
    Kapan sunat konvesional di rekomendasikan?
  1. Sunat pada burung yang sudah terbuka ( kulup tidak lengket dengan kepala)
  2. Sunat pada bayi
  3. Untuk revisi sunat yang kurang bagus
  4. Untuk kulup yang sangat tebal
Kesimpulan sunat konvensional masih rekomended asalkan sesuai kondisi burungnya, konsultasikan kondisi anak anda sebelem di sunat kepada kami.


Informasi lebih lanjut 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar